Peduli dengan Pasien Imobilisasi, Mahasiswa Keperawatan Unair Ciptakan Alat Penggetar Kandung Kemih

Ners News - Masih tingginya kejadian infeksi saluran kemih (ISK) di Indonesia membuat mahasiswa keperawatan Universitas Airlangga tergerak untuk membuat suatu inovasi baru guna mengoptimalkan dan mengakuratkan hasil urinalisis. Inovasi tersebut berupa alat bernama Abdomen Belt Vibration yang berfungsi untuk memberikan getaran pada dinding abdomen. Getaran tersebut akan menyebabkan kontraksi pada kandung kemih sehingga isi kandung kemih dapat luruh maksimal ketika proses eliminasi urin. Pembuatan alat yang diprakarsai oleh Ayu Septia Malinda, Dwi Eri Retno, Eka Fitriyah Rohmah, Masunatul Ubudiyah, dan Lukman Handoyo ini dapat bermanfaat terutama pada pasien yang mengalami imobilisasi dan diduga menderita ISK. Metode yang selama ini umumnya digunakan untuk mengoptimalkan hasil urinalisis adalah Skipping dan Jumping, dimana pasien sebelum buang air kecil diminta untuk melompat-lompat kecil. Namun, pada pasien yang tidak mampu untuk bergerak hal tersebut dapat menjadi kendala.

“Ketika praktik di Rumah Sakit, Saya melihat pasien-pasien yang lemah untuk bergerak bahkan tidak bisa berjalan sama sekali. Mereka banyak mengalami dugaan komplikasi infeksi saluran kemih. Tetapi saya prihatin karena hasil urinalisis pasien kurang optimal dan akurat. Seharusnya pasien itu benar terdiagnosis ISK, tapi karena hasil laboratorium urinnya tidak menunjukkan demikian, maka penanganannya pun jadi terlambat” ujar Eka salah satu anggota kelompok yang menggagas inovasi ini. Berbekal mengetahui fenomena tersebut kelima mahasiswa S1 ini berinisiatif membuat Abdomen Belt Vibration untuk mengatasi ketidakakuratan hasil urinalisis.

Nantinya Abdomen Belt Vibration akan dipasang pada bagian abdomen (perut) pasien, selayaknya memakai sebuah sabuk. Alat tersebut berdiameter 125 cm yang didalamnya terdapat 6 buah penggetar berbasis pemrograman Arduino Nano. Ketika dipasang pada abdomen pasien, penggetarnya harus berada tepat didepan umbilikus (pusar) sehingga efek kontraksi kandung kemih dapat berjalan optimal. Lama penggetaran yang dilakukan alat ini berlangsung sekitar 5 menit. Kekuatan getarannya juga dapat diatur sesuai dengan ketebalan lemak perut pasien. Sehingga pada pasien dengan ketebalan lemak berlebih di perut, pengaturan getarannya harus lebih kencang. Namun jangan khawatir, karena ikat pinggang canggih ini dibuat dengan bahan kain yang menyerap keringat dan tidak panas dikulit sehingga proses bekerjanya tidak akan mengganggu kenyamanan pasien.

Penulis: Lukman Handoyo

Pin It
Hits 208

Terpopuler