Mengasah Asuhan Keperawatan Terapeutik Melalui Pembelajaran Berbasis Praktik Klinik

NERS NEWS- Para mahasiswa dan dosen Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga mengerjakan serangkaian praktikum klinik untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan klinik yang memiliki nilai terapeutik. Serangkaian praktikum yang dikerjakan adalah: Basic Life Support (BLS), Kebutuhan Dasar Manusia (KDM), penggunaan alat-alat penunjang perawatan, dll. Praktikum mulai digalakan pada minggu ke-2 awal semester sampai dilakukan hingga hari selasa (17/5). Praktikum dilakukan oleh seluruh mahasiswa keperawatan dengan porsi 8-16 orang mahasiswa dan 1 dosen keperawatan sebagai fasilitator dalam setiap pelaksaan praktikum. Praktikum dilaksanakan di laboraturium klinik Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Praktikum dilakukan untuk mengasah clinical skill mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan klinik dengan nilai terapeutik saat bekerja nantinya. Terlebih dengan adanya dampak perdagangan global termasuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Para mahasiswa nantinya diharapka lulus dengan ketrampilan klinik yang mumpuni sehingga memiliki kualitas yang dapat diadu dengan negara lain.


Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga memiliki laboraturium-laboraturium praktek klinik lengkap sesuai dengan setiap porsi ilmu keperawatan. Serangkaian laboraturium tersebut antara lain: laboraturium keperawatan dasar, laboraturium keperawatan gerontik, labraturium keperawatan jiwa, laboraturium keperawatan komunitas, laboratorium keperawatan kritis, laboraturium keperawatan medikal bedah, laboraturium keperawatan maternitas dan anak, serta laboraturium komputer sebagai sarana dan prasarana simulasi ujian kompetensi ners. Selain itu juga tersedia ruang baca Henderson sebagai fasilitas untuk mahasiswa yang menggali lebih dalam ilmu keperawatan mereka. Selain itu perlunya ketrampilan lebih yang dibutuhkan oleh perawat dijaman sekarang untuk memberikan pelayanan prima dalam setiap pelayanan kesehatan menjadikan perawat mengimplementasikan motto ners can do everything. Perlunya ketrampilan klinik yang mumpuni menjadikan semua perawat harus berfikir tentang sudut pandang luas akan ilmu pengetahuan kesehatan di jaman yang serba modern ini, kata Jihan Nisa selaku salah seorang Mahasiswa Keperawatan Universitas Airlangga.


Mahasiwa juga dilatih berfikir kritis tentang segala isu keperawatan trendi saat ini baik dengan skala nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan untuk mengaplikasikan ilmu keperawatan terbaru dengan menyesuaikan karakteristik pernduduk Indonesia. Asuhan keperawatan berbasis transcultural nursing berperan besar dalam hal ini. Seperti dilansir oleh liputan6.com Indonesia memiliki ribuan pulau dengan ragam budaya pada masing-masing daerah (Februari/2015). Asuhan keperawatan yang diterapkan dipulau Madura, belum tentu cocok untuk diterapkan di Sulawesi dan sebaliknya. Oleh karena itu mahasiswa juga diperkenalkan dengan ragam budaya Indonesia yang turut berperan dalam mempengaruhi kesehatan warga Indonesia. Dengan demikian setai ilmu keperawatan modern bisa diterapkan secara menyeluruh di Indonesia. Serangkaian riset juga dilakukan civitas akademik Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga untuk mendukung perkembangan teknologi dalam dunia keperawatan. Selain mendukung perkembangan ilmu keperawatan, hal ini dilakukan untuk mendukung Universitas Airlangga menjadi world class university. Serangakaian kerjasama dengan instansi pendidikan luar negri telah dilakuakan, diantaranya adalah: kerjasama dengan Jepang, Australia, Belanda dan negara-negara lain yang berkompeten dalam bidang keperawatan.


Dengan memberikan ketrampilan klinik yang memiliki nilai terapeutik tinggi pada mahasiswa keperawatan, diharapkan akan berdampak besar pada output lulusan perawat yang akan bekerja nantinya. Pandangan-pandangan miring seputar profesi keperawatan akan berkurang dan nantinya perawat merupakan profesi yang berdampak besar dalam dunia kesehatan. Karena perawat menghabiskan waktu untuk merawat pasien, memenuhi kebutuhan pasien baik kebutuhan fisiologi maupun kebutuhan psikologi, dan berperan aktif dalam mempercepat penyembuhan dan pemulihan pasien. Dalam setiap praktikum klinik dosesn sebagai fasilitator yang bertugas selalu memberikan pendampingan total demi ilmu pengetahuan keperawatan yang hendak diajarkan. Hasil ahir yang sesuai dengan visi dan misi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga sangat diharapkan Dengan demikian visi dan misi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga diharapkan akan tercapai dengan hasil yang tidak mengecewakan.

 

Penulis: Meifianto Agus Eko K.

Pin It
Hits 479

Terpopuler